Muncul pro dan kontra terkait pemberian gelar “Datuk” oleh gubernur negara bagian Malaka, terhadap aktor asal India Shah Rukh Khan. Kontra mulai banyak tersebar di berbagai website personal, dan saya juga sempat chit chat dengan seorang teman di KL. Pemberitan gelar Datuk, karena ia dianggap telah ikut membantu meramaikan industri film lokal dan pendapat negara bagian Malaka serta mempromosikan Malaysia sebagai wilayah tujuan wisata turis asing.
Bintang Kabhie Khushi Khabie Gham ini, Januari lalu juga menerima penghargaan bergengsi dari Perancis. Melalui Duta Besarnya di India, SRK menerima penghargaan Officer Art and Literature atau Ordre des Arts et des Lettres. Sang Dubes mengatakan, SRK sebagai aktor besar yang telah mengharumkan industri film India ke seluruh dunia. Ordre des Arts et des Lettres sendiri pertama kali dikeluarkan pertama kali tahun 1957 oleh Perancis. Selain SRK, aktris India yang pernah menerima penghargaan serupa antara lain; novelis Arundhati Roy, Sharmila Tagor dan Adoor Gopal Krishnan.
Berikut komentar miring tentang pemberian gelar Datuk kepada SRK;
Malaysian: I wonder whether Shah Rukh knows where Malaka is…
Malaysian: Are there no Malaysian film stars or artists who have greater talent to be honored and encouraged as compared to Shah Rukh??
deans6407: bukan soal tak layak…reason nya pasal shah rukh khan ade buat 2 kali shooting di melaka…bolih di pertikaikan. sebab jacky chan pun sudah buat lebih i 3 kali pengambaran (shooting) di KL.
Apabila Shah Rukh Dapat Gelaran Datuk dan B’wood Idol Shah Rukh Khan is Datuk
Filed under: Bahasa Indonesia | Tagged: Datuk Shah Rukh Khan
